Jalur Penerbangan Pesawat Luar Angkasa Pemburu Mimpi yang Tidak Pasti

19

Dream Chaser, sebuah pesawat luar angkasa komersial yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara orbit dan Bumi, saat ini berada di persimpangan jalan. Meskipun telah dilakukan pengembangan selama beberapa dekade dan memiliki garis keturunan yang dapat ditelusuri kembali ke penelitian awal NASA, pesawat ruang angkasa ini secara mencolok tidak hadir dalam pengarahan “Ignition” NASA baru-baru ini—sebuah peta jalan yang sangat berfokus pada kembalinya badan antariksa tersebut ke Bulan secara ambisius.

Saat NASA beralih ke eksplorasi bulan, Dream Chaser menghadapi perubahan prioritas, persaingan yang ketat, dan pertanyaan mendasar: apakah dunia masih membutuhkan pesawat luar angkasa?

Jalan Panjang Menuju Orbit

Konsep pesawat luar angkasa yang dapat digunakan kembali telah lama menjadi landasan ambisi kedirgantaraan. Program Pesawat Ulang-alik NASA membuktikan kelayakan penerbangan orbital, namun biaya tinggi dan masalah keamanan akhirnya menyebabkan program tersebut dihentikan pada tahun 2011. Proyek Dream Chaser lahir dari sisa-sisa era tersebut, berkembang dari desain HL-20 milik NASA pada tahun 1980-an menjadi sebuah usaha swasta yang dipelopori oleh SpaceDev dan kemudian diakuisisi oleh Sierra Nevada Corporation.

Kini dioperasikan oleh Sierra Space, proyek ini menghadapi siklus pengembangan yang sangat melelahkan. Pesawat luar angkasa ini telah berjuang mengatasi beberapa kendala teknis—terutama masalah pelindung panas—dan telah melewati beberapa tenggat waktu. Meskipun penerbangan demonstrasi tanpa awak untuk sementara ditargetkan pada akhir tahun ini, banyak analis yang bertanya-tanya apakah ini akan menjadi upaya terakhir proyek tersebut untuk membuktikan manfaatnya.

Tantangan Kompetitif: Kapsul vs. Pesawat

Hambatan utama bagi Dream Chaser adalah keberhasilan teknologi yang lebih konvensional. Meskipun Dream Chaser menawarkan pendaratan pesawat yang “lembut”, sebagian besar industri telah beralih ke sistem berbasis kapsul, yang seringkali lebih sederhana dan hemat biaya.

Perhitungan ekonomi adalah sebuah rintangan yang signifikan:
* Naga SpaceX: Biayanya sekitar $90.000 per kilogram untuk mencapai ISS.
* Cygnus Northrop Grumman: Harganya sekitar $130.000 per kilogram.
* Dream Chaser: Secara teoritis dapat menurunkan biaya hingga $40.000 per kilogram karena kapasitas kargonya yang tinggi (hingga enam ton per modul), namun penghematan ini bergantung pada tingginya frekuensi penerbangan yang belum terwujud.

Dengan beralihnya fokus NASA ke Bulan—sebuah lingkungan di mana penerbangan aerodinamis tidak berguna—”kesenjangan utilitas” untuk pesawat luar angkasa semakin melebar.

Potensi Jalur Kehidupan: Stasiun Pertahanan dan Komersial

Meskipun ada hambatan, Dream Chaser bukannya tanpa potensi ceruk. Sierra Space telah mulai beralih ke aplikasi keamanan dan pertahanan nasional, sebuah langkah yang didukung oleh putaran pendanaan baru-baru ini sebesar $550 juta.

Ketertarikan militer terhadap pesawat luar angkasa didorong oleh kemampuan unik mereka:
1. Pendaratan Presisi: Kemampuan untuk kembali ke landasan pacu seperti pesawat terbang memungkinkan pemulihan muatan sensitif.
2. Kemampuan Manuver Strategis: Angkatan Udara A.S. telah menggunakan pesawat rahasia Boeing X-37B, dan Tiongkok sedang mengembangkan pesawat luar angkasa Shenlong miliknya sendiri, yang menandakan adanya minat global terhadap manuver orbital.

Selain itu, masa depan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) menawarkan secercah harapan. Jika Kongres AS memperpanjang umur ISS hingga tahun 2032, NASA akan memerlukan kontrak pasokan baru. Ada juga prospek stasiun ruang angkasa komersial Orbital Reef —sebuah proyek yang melibatkan Sierra Space dan Blue Origin—di mana Dream Chaser dapat berfungsi sebagai kendaraan transportasi utama untuk habitat orbital pribadi.

“Jika Sierra Space dapat mendemonstrasikan desain Dream Chaser dan menjadikannya hemat biaya, saya yakin akan banyak pasar komersial yang akan muncul.”
Phil McAlister, mantan manajer proyek NASA

Kesimpulan

Masa depan Dream Chaser bergantung pada apakah ia dapat bertransisi dari konsep lama NASA menjadi alat khusus untuk pertahanan nasional atau stasiun orbit komersial. Jika penerbangan demonstrasi yang akan datang gagal membuktikan kelayakan ekonomi dan teknisnya, era pesawat luar angkasa komersial mungkin akan berakhir sebelum benar-benar dimulai.