Seorang penulis perangkat lunak dan penghobi, William Gaspar, baru-baru ini menyelesaikan proyek yang menunjukkan bahwa game berteknologi tinggi tidak memerlukan bahan yang mahal: dia membuat konsol Tetris (dan Snake) yang berfungsi penuh di dalam kotak kardus. Proyek ini menyoroti tren yang berkembang dalam perangkat elektronik DIY yang mengutamakan keterjangkauan dan aksesibilitas dibandingkan estetika yang sempurna.
Komponen Inti
Perangkat tersebut mengandalkan komputer Arduino yang ditenagai mikrokontroler chip tunggal ATmega328P dan layar LCD berwarna berukuran 1,8 inci. Gaspar mengoptimalkan sistem untuk konsumsi daya rendah dengan menjalankan mikrokontroler pada 8 MHz, bukan 16 MHz pada umumnya. Hal ini memungkinkan seluruh pengaturan beroperasi secara efisien hanya dengan tiga baterai AAA. Kode dan petunjuk konstruksi terperinci tersedia secara gratis di GitHub, sehingga replikasi dapat diakses oleh siapa saja yang memiliki pengetahuan dasar elektronik.
Mengapa Karton?
Penutup karton mendapatkan daya tarik di kalangan penggemar DIY, terutama untuk proyek-proyek dalam pengembangan atau pembangunan kasual. Gaspar dengan bercanda menepis spekulasi tentang penggunaan kotak soda merek tertentu dengan mengklaim “nol kalori” yang tercetak di sampingnya mengacu pada kotak itu sendiri.
Tren yang Lebih Luas
Proyek ini menggarisbawahi perubahan dalam cara masyarakat mendekati teknologi. Daripada menunggu atau membayar untuk produk komersial, lebih banyak orang yang menggunakan solusi DIY. Tren ini didorong oleh faktor-faktor seperti penghematan biaya, ekspresi kreatif, dan keinginan untuk memahami teknologi pada tingkat yang lebih dalam. Ketersediaan platform perangkat keras sumber terbuka seperti Arduino semakin menurunkan hambatan masuk, memungkinkan siapa pun membuat perangkat khusus dengan investasi minimal.
Konsol Tetris dalam kotak kardus berfungsi sebagai contoh menarik tentang bagaimana inovasi dapat berkembang di luar saluran manufaktur tradisional.
