Halaman yang hilang dari Archimedes Palimpsest, buku doa Bizantium abad pertengahan yang menyembunyikan teks-teks kuno yang penting, telah ditemukan di Musée des Beaux-Arts di Blois, Prancis. Penemuan ini menegaskan kecurigaan bahwa bagian dari naskah bersejarah yang penting ini telah hilang setidaknya sejak tahun 1906.
Archimedes Palimpsest: Artefak Unik
Palimpsest tidak biasa karena perkamennya digunakan kembali. Para juru tulis di Abad Pertengahan sering kali menghapus tulisan lama untuk memberi ruang bagi teks baru, sehingga menciptakan “palimpsest” – sebuah naskah dengan lapisan konten tersembunyi. Dalam hal ini, tulisan aslinya mencakup risalah yang hilang oleh Archimedes, seorang ahli matematika Yunani inovatif dari abad ke-3 SM.
Secara khusus, manuskrip tersebut berisi satu-satunya salinan yang masih ada dari teks Archimedes, Metode dan Perut. Inilah sebabnya mengapa manuskrip tersebut dianggap sebagai salah satu karya kuno terpenting yang masih bertahan.
Halaman Hilang dan Isinya
Halaman yang ditemukan kembali, diidentifikasi sebagai halaman 123 melalui perbandingan dengan foto tahun 1906, menampilkan diagram geometris dari On the Sphere and the Cylinder karya Archimedes. Meskipun sebagian dikaburkan, sebagian besar teks tetap dapat dibaca. Khususnya, di sisi sebaliknya terdapat tambahan yang lebih baru: ilustrasi nabi Daniel dalam Alkitab dengan singa, ditambahkan sekitar tahun 1942.
Penambahan ilustrasi tersebut tampaknya merupakan upaya untuk meningkatkan nilai pasar naskah tersebut. Sayangnya, metode yang ada saat ini tidak dapat menguraikan teks yang mendasarinya.
Penelitian dan Signifikansi di Masa Depan
Para peneliti berencana untuk menggunakan teknik pencitraan tingkat lanjut, termasuk analisis multispektral dan fluoresensi sinar-X berbasis sinkrotron, untuk mengungkap teks tersembunyi di bawah ilustrasi tersebut pada tahun depan. Penemuan ini melanjutkan penelitian sebelumnya di awal tahun 2000-an, yang menggunakan pencitraan multispektral untuk mengungkap teks penting karya Archimedes dan karya kuno lainnya.
Temuan ini menggarisbawahi potensi untuk mengungkap lebih lanjut konten tersembunyi di dalam Palimpsest dengan menggunakan metode yang lebih canggih. Penemuan kembali halaman 123 merupakan pengingat bahwa artefak yang dipelajari dengan baik pun masih dapat menghasilkan rahasia baru.
