Kuis Harry Potter Memprediksi Semangat Wirausaha: Penelitian Baru

14

Penelitian terbaru menunjukkan adanya hubungan mengejutkan antara ciri-ciri kepribadian yang terkait dengan dunia Harry Potter dan kesuksesan wirausaha di dunia nyata. Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di Universitas Amsterdam menemukan bahwa individu yang tinggal di asrama Gryffindor dan Slytherin secara statistik lebih mungkin untuk memulai usaha rintisan.

Rumah Hogwarts sebagai Profil Kepribadian

Studi ini memanfaatkan arketipe yang sudah ada dari serial Harry Potter: Gryffindor dikenal karena keberanian, keberanian, dan kemauan untuk menentang konvensi; Slytherin karena ambisi, kelicikan, dan pembengkokan aturan yang strategis; Hufflepuffs atas kesetiaan dan kerja keras; dan Ravenclaws untuk ketekunan dan kecerdasan.

Para peneliti menganalisis data dari hampir 800.000 peserta yang mengikuti kuis rumah Harry Potter secara online, dan menemukan bahwa wilayah dengan konsentrasi Gryffindor dan Slytherin yang lebih tinggi menunjukkan kepadatan start-up sekitar 7% lebih tinggi dibandingkan wilayah lain. Survei lanjutan terhadap 820 penduduk AS mengkonfirmasi tren ini pada tingkat individu: mereka yang memiliki sifat Gryffindor atau Slytherin menyatakan minat yang lebih besar untuk mendirikan bisnis.

Mengapa Ini Penting: Peran “Penyimpangan”

Faktor kunci yang mendorong korelasi ini bukan hanya keberanian atau ambisi, namun kecenderungan bersama untuk menantang aturan dan otoritas. Para peneliti menyebut sifat ini sebagai “penyimpangan”, namun pada dasarnya sifat ini adalah kesediaan untuk mengganggu status quo – yang merupakan ciri khas wirausahawan sukses. Hal ini sejalan dengan teori ekonomi lama yang dikemukakan oleh Joseph Schumpeter, yang berpendapat bahwa inovasi akan tumbuh subur ketika wirausahawan melanggar norma-norma yang sudah ada.

Studi ini lebih lanjut membedakan antara penyimpangan terang (para Gryffindor bertindak berdasarkan keyakinan moral) dan penyimpangan gelap (para Slytherin bertindak secara strategis demi keuntungan pribadi). Namun keduanya dapat mendorong dorongan kewirausahaan.

Batasan Kesetiaan dan Kecerdasan

Studi ini menemukan hubungan yang lebih lemah antara sifat Hufflepuff dan Ravenclaw dan aktivitas kewirausahaan. Loyalitas dan kerja keras, meskipun berharga, dapat menghambat pengambilan risiko. Meskipun kecerdasan (kekuatan Ravenclaw) sering dikaitkan dengan kesuksesan bisnis, penelitian ini tidak menemukan korelasi langsung antara IQ tinggi dan ambisi kewirausahaan.

Fiksi sebagai Wawasan

Para peneliti mengakui bahwa metodologi ini awalnya terasa seperti “kenakalan ilmiah”, namun hasilnya tetap bertahan di berbagai penelitian. Hal ini menunjukkan bahwa narasi fiksi dapat memberikan wawasan yang mengejutkan tentang perilaku manusia, terutama ketika menyangkut sifat-sifat kompleks seperti motivasi dan toleransi risiko. Studi ini menekankan bahwa tidak ada satu pun “kepribadian wirausaha”, melainkan serangkaian sifat – termasuk kemauan untuk melanggar aturan – yang dapat mendorong kesuksesan.

Intinya, penelitian ini menunjukkan bahwa apakah Anda didorong oleh keberanian atau kecerdikan, kesediaan untuk menantang konvensi merupakan alat prediksi yang kuat terhadap semangat kewirausahaan.

Попередня статтяKaki seribu Raksasa Langka Hanya Ditemukan di Ekosistem Unik Florida
Наступна статтяFotografer Muda Mengabadikan Dunia Melalui Pandangan Segar: Finalis Sony Awards 2026