Profil Tidur Mengungkapkan Kaitan Tersembunyi dengan Kesehatan dan Kesejahteraan

20
Profil Tidur Mengungkapkan Kaitan Tersembunyi dengan Kesehatan dan Kesejahteraan

Penelitian terbaru menegaskan bahwa tidur tidak sekadar “baik” atau “buruk”. Sebaliknya, ini adalah faktor kompleks yang sangat mempengaruhi kesehatan mental, kognisi, dan perilaku sosial dengan cara yang sangat bervariasi dari orang ke orang. Sebuah studi baru mengidentifikasi lima profil tidur yang berbeda, menunjukkan bagaimana pola istirahat (atau kurang istirahat) terkait dengan berbagai aspek kehidupan. Memahami profil ini dapat membantu individu meningkatkan kualitas tidur dan kesehatan mereka secara keseluruhan.

Studi di Balik Profil

Para peneliti menganalisis data dari 770 orang dewasa muda, menggabungkan pemindaian otak dengan pola tidur dan metrik kesehatan yang dilaporkan sendiri. Tujuannya bukan untuk menjelaskan mengapa pola-pola ini ada, melainkan untuk menjelaskan bagaimana pola-pola tersebut berkorelasi. Studi tersebut menekankan bahwa hubungan antara tidur dan kesehatan bersifat dua arah: tidur yang buruk dapat memperburuk kesehatan, namun masalah kesehatan yang ada juga dapat mengganggu tidur. Ini bukan hanya tentang mendapatkan cukup waktu; ini tentang bagaimana kamu tidur.

Lima Profil Tidur Dijelaskan

Berikut rincian profil utama yang diidentifikasi dalam penelitian:

1. Umumnya Kurang Tidur: Individu dalam kelompok ini kesulitan untuk tertidur, sering terbangun, dan durasi tidur yang tidak mencukupi. Profil ini sangat terkait dengan peningkatan kecemasan, depresi, dan pikiran yang mengganggu.
Mengapa penting: Kurang tidur kronis mempunyai kaitan kuat dengan penurunan kesehatan mental. Semakin Anda kesulitan untuk istirahat, semakin tinggi pula risiko terjadinya gangguan mood.

2. Ketahanan Tidur: Beberapa orang melaporkan masalah kesehatan mental (seperti ADHD) namun tidak mengalami keluhan tidur. Profil ini menunjukkan bahwa perjuangan psikologis tidak selalu berarti kurang tidur.
Mengapa penting: Hal ini menyoroti kompleksitas kesehatan mental. Tidur bukanlah satu-satunya faktor, dan beberapa orang dapat mengatasi kondisi yang mendasarinya tanpa berdampak signifikan pada istirahat mereka.

3. Alat Bantu Tidur: Orang yang rutin menggunakan alat bantu tidur (obat resep, CBD, teh) cenderung memiliki memori episodik dan pengenalan emosional yang lebih buruk. Yang mengejutkan, mereka melaporkan kepuasan yang lebih besar terhadap hubungan sosial mereka.
Mengapa penting: Meskipun alat bantu tidur dapat meredakan nyeri dalam jangka pendek, namun dapat menimbulkan dampak kognitif. Manfaat sosialnya adalah sebuah tandingan yang menarik—mungkin merasa cukup istirahat untuk berinteraksi dengan orang lain lebih besar daripada gangguan ingatannya.

4. Durasi Tidur: Tidur kurang dari enam hingga tujuh jam secara konsisten dikaitkan dengan kinerja kognitif yang lebih buruk, termasuk masalah dalam pemecahan masalah, pemrosesan emosional, dan keterampilan bahasa. Orang-orang di profil ini juga melaporkan peningkatan sifat mudah marah.
Mengapa penting: Rentang waktu enam hingga tujuh jam tampaknya sangat penting untuk fungsi otak yang optimal. Kegagalan yang terus-menerus dapat menimbulkan konsekuensi nyata terhadap kinerja sehari-hari.

5. Gangguan: Individu dengan gangguan tidur (sering terbangun, masalah pernapasan, rasa tidak nyaman) melaporkan peningkatan kecemasan, depresi, penggunaan narkoba, dan agresi. Mereka juga kesulitan dengan tugas memori dan bahasa.
Mengapa penting: Tidur yang terfragmentasi merupakan pemicu stres yang kuat pada tubuh dan pikiran. Gangguan kronis dapat meningkat menjadi masalah mental dan perilaku yang lebih parah.

Meningkatkan Kualitas Tidur Anda

Studi ini memperkuat pentingnya kebiasaan tidur yang konsisten: tidur pada waktu yang sama setiap malam, buat rutinitas santai, dan hindari alkohol sebelum tidur. Meskipun tidur bersifat individual, perubahan sederhana ini dapat meningkatkan kualitas dan durasi istirahat secara signifikan.

Hal yang paling penting adalah tidur bukan hanya soal kuantitas; ini tentang keseluruhan pengalaman. Mengenali profil mana yang paling menggambarkan pola Anda dapat membantu Anda menyesuaikan intervensi untuk kesehatan yang lebih baik.