Martens Pesisir Rebound di Hutan California

14

Martens pesisir, karnivora kecil dan sulit ditangkap yang berkerabat dengan musang dan berang-berang, menunjukkan tanda-tanda pemulihan di hutan California utara. Setelah hampir punah karena perburuan dan hilangnya habitat, mamalia seukuran musang ini perlahan-lahan mendapatkan kembali pijakannya di Pacific Northwest. Peningkatan ini menyoroti keberhasilan konservasi dan tantangan yang dihadapi spesies terancam ini.

Spesies di Ambang Batas

Martens pesisir (Martes caurina humboldtensis ) memiliki berat antara 1,5 dan 3 pon dan berukuran panjang sekitar 20 hingga 24 inci. Mereka adalah pemakan oportunistik, memakan burung, telur, mamalia kecil, buah beri, dan kacang-kacangan. Sepanjang abad ke-20, populasi mereka anjlok akibat penangkapan bulu secara intensif dan penebangan luas yang menghancurkan habitat hutan mereka. Pada akhir tahun 1990-an, spesies ini hampir punah ketika populasi kecil ditemukan kembali di California utara.

Saat ini, marten Humboldt terdaftar sebagai terancam punah berdasarkan Undang-Undang Spesies Terancam Punah. Meskipun terdapat perlindungan ini, populasi yang tersisa masih menghadapi ancaman berupa hilangnya habitat, rodentisida, tabrakan kendaraan, dan penyakit. Kerentanan mereka menggarisbawahi betapa rapuhnya pemulihan dalam lingkungan yang berubah dengan cepat.

Temuan Terbaru di Klamath, California

Sebuah penelitian terbaru yang dipimpin oleh peneliti Oregon State University (OSU) mendokumentasikan populasi marten di Klamath, California, menggunakan metode non-invasif seperti kamera jarak jauh dan jerat rambut. Tim mengerahkan 285 jerat rambut dan 135 kamera untuk mengumpulkan sampel DNA dan menilai distribusi martens.

Analisis genetik mengkonfirmasi keberadaan 46 individu martens (18 betina, 28 jantan). Studi ini menemukan bahwa marten di dataran tinggi lebih menyukai punggung bukit berhutan dengan tumpukan salju yang konsisten, sedangkan marten di dataran rendah menghuni jurang dan lahan basah di hutan pantai. Temuan-temuan ini sangat penting untuk memberikan informasi bagi strategi konservasi dan keputusan pengelolaan lahan.

Pentingnya Struktur Hutan

Studi ini menekankan pentingnya karakteristik hutan tua bagi kelangsungan hidup marten. Menurut Erika Anderson, penulis utama studi tersebut, martens menyukai hutan dengan tutupan kanopi lebih dari 50%, pepohonan berdiameter besar, kayu apung, dan batang kayu berlubang. Fitur-fitur ini memberikan tempat berburu dan perlindungan dari predator.

Namun, masih banyak yang belum diketahui mengenai kelangsungan hidup spesies ini dalam jangka panjang. Sean Matthews, salah satu penulis penelitian ini, menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan data dasar mengenai jumlah populasi, pola distribusi, dan dampak kondisi hutan terhadap kepadatan marten.

Kolaborasi dengan Tanah Suku

Penelitian berlangsung di tanah leluhur Suku Yurok dan Karuk, dengan sepertiga wilayah penelitian dimiliki dan dikelola oleh Suku Yurok. Suku Yurok telah beralih dari penebangan komersial ke pendekatan yang lebih berkelanjutan yang mencakup pemanenan kayu, restorasi habitat, dan konservasi sumber daya budaya. Upaya kolaboratif ini menggarisbawahi peran pengelolaan masyarakat adat dalam pemulihan spesies.

“Martens pesisir menyukai hutan dengan karakteristik tua dan jenis hutan tersebut terancam oleh dampak perubahan iklim, termasuk kebakaran hutan yang lebih sering dan parah, serta praktik pengelolaan hutan tertentu.” – Sean Matthews, ahli ekologi satwa liar OSU

Keberlanjutan keberadaan martens pesisir bergantung pada mitigasi dampak perubahan iklim, pengelolaan hutan berkelanjutan, dan mengisi kesenjangan pengetahuan penting tentang spesies tersebut. Pemulihan mereka berfungsi sebagai pengingat bahwa bahkan makhluk yang paling menggemaskan sekalipun memerlukan upaya konservasi khusus untuk berkembang di dunia yang terus berubah.

Попередня статтяEmversity Mendapat $30 Juta untuk Menjembatani Kesenjangan Pendidikan dan Pekerjaan di India
Наступна статтяKomet Halley: Klaim Ketenaran Abad Pertengahan?