Evakuasi Medis ISS yang Pertama Membawa Pulang Astronot

3

Dalam tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, NASA telah mengevakuasi empat astronot dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) karena kondisi medis yang serius namun dirahasiakan. Tim Crew-11 mendarat dengan selamat di lepas pantai California pada Kamis pagi, menandai pertama kalinya sebuah misi dihentikan di tengah penerbangan karena masalah medis dalam sejarah ISS.

Evakuasi yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya

Evakuasi tersebut melibatkan astronot NASA Mike Fincke dan Zena Cardman, bersama astronot Jepang Kimiya Yui dan kosmonot Rusia Oleg Platonov. Identitas astronot yang mengalami masalah kesehatan tersebut masih dirahasiakan, namun NASA meyakinkan publik bahwa individu tersebut kini dalam keadaan stabil dan menjalani pemeriksaan kesehatan di San Diego.

Keputusan NASA untuk memprioritaskan kesehatan astronot daripada penyelesaian misi menunjukkan komitmen badan tersebut terhadap keselamatan awak. Meskipun ISS memiliki fasilitas medis dasar—termasuk peralatan untuk perawatan luka, tes darah, dan USG—pejabat badan tersebut menganggap situasinya terlalu serius untuk ditangani di luar angkasa.

Transparansi dan Implikasinya di Masa Depan

Kepala badan tersebut, Jared Isaacman, menyatakan bahwa NASA “sangat berkomitmen untuk bersikap transparan” namun menyebut masalah privasi medis sebagai penghalang untuk segera mengungkapkan hal tersebut. Dia menekankan bahwa pembaruan akan dibagikan sebagaimana mestinya dan dengan persetujuan yang diperlukan.

Peristiwa ini tidak diragukan lagi akan berdampak pada cara NASA merencanakan misi luar angkasa jangka panjang di masa depan, termasuk penerbangan ke bulan Artemis II yang akan datang. Badan tersebut bermaksud untuk melakukan tinjauan menyeluruh terhadap misi Crew-11 untuk mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan dan menerapkan pembelajaran untuk operasi di masa depan.

“Saat kami melakukan pembekalan mengenai hal ini, kami akan belajar banyak tentang hal-hal yang kami lakukan dengan benar dan melakukannya dengan sangat baik serta memastikan kami menerapkannya dalam penerapan lain di masa mendatang,” kata Isaacman.

Keputusan untuk mengevakuasi Crew-11 menggarisbawahi risiko tak terduga yang melekat dalam penerbangan luar angkasa manusia. Meskipun NASA merencanakan kemungkinan seperti itu, kenyataan dari keadaan darurat medis di tengah misi menyoroti perlunya kesiapan dan kemampuan beradaptasi yang konstan dalam upaya eksplorasi ruang angkasa.

Berakhirnya misi secara tiba-tiba ini menjadi pengingat bahwa meskipun dengan teknologi canggih dan pelatihan ketat, tubuh manusia tetap rentan di lingkungan luar angkasa yang ekstrem.

Попередня статтяTulang Dinosaurus Digali di Bawah Tempat Parkir Colorado