Observatorium Vera C. Rubin, rumah bagi kamera digital terbesar di dunia, telah mulai mengeluarkan peringatan otomatis kepada para astronom dengan kecepatan sekitar 800.000 notifikasi per malam. Pencapaian ini, yang dicapai pada tanggal 24 Februari, menandai langkah penting dalam memanfaatkan kapasitas observatorium yang belum pernah ada sebelumnya untuk memantau langit yang selalu berubah.
Banjir Data
Observatorium Rubin mulai beroperasi tahun lalu dan menangkap pemandangan luar angkasa dengan mudah. Namun, banyaknya data—lebih dari 1.000 gambar berukuran besar setiap malam—memerlukan sistem yang dapat mengidentifikasi dan menandai peristiwa penting dengan cepat. Tim observatorium merancang sistem peringatan untuk menyaring dan memantau data, yang kini beroperasi penuh.
Sistem peringatan bekerja dengan membandingkan setiap gambar baru dengan gambar dasar seluruh langit beresolusi tinggi. Perbedaan ditandai, sehingga algoritma dapat membedakan fenomena seperti supernova, asteroid, dan semburan lubang hitam. Pengguna dapat berlangganan untuk menerima pemberitahuan berdasarkan minat spesifik mereka, menerima gambar beresolusi rendah dengan data yang relevan dalam beberapa menit setelah observasi.
Mengapa Ini Penting
Tingkat pengiriman data real-time seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya. Sebelum Rubin, para astronom menyaring data secara manual untuk mengidentifikasi perubahan, yang tidak praktis mengingat keluaran teleskop. Kini, observatorium mengotomatiskan proses ini, memungkinkan para ilmuwan bereaksi terhadap peristiwa sementara hampir secara instan.
“Kami dapat mendeteksi segala sesuatu yang berubah, bergerak, dan muncul,” jelas Yusra AlSayyad, wakil direktur asosiasi pengelolaan data Rubin. “Terlalu banyak bagi satu orang untuk menyaringnya secara manual.”
Volume peringatan diperkirakan akan mencapai jutaan per malam, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana komunitas ilmiah akan beradaptasi. Hal ini memerlukan alat dan teknik baru untuk menentukan prioritas dan analisis. Hal ini juga berarti bahwa astronom amatir dan ilmuwan warga kini dapat berpartisipasi dalam penemuan secara real-time, bersama dengan peneliti profesional.
Hasil Malam Pertama
Pada malam pertama akses publik, sistem ini mendistribusikan 800.000 peringatan untuk peristiwa seperti pergerakan asteroid, ledakan bintang, dan aktivitas lubang hitam supermasif. Keberhasilan sistem ini menegaskan kemampuan observatorium untuk menyediakan data yang tepat waktu dan dapat ditindaklanjuti.
Sistem peringatan Observatorium Rubin mewakili perubahan paradigma dalam observasi astronomi. Kemampuan untuk bereaksi terhadap peristiwa kosmik hampir secara real-time akan mempercepat penemuan dan memperdalam pemahaman kita tentang alam semesta.





















