Wortel dan Penglihatan: Memisahkan Fakta dari Fiksi Masa Perang

9

Mitos abadi bahwa wortel secara dramatis meningkatkan penglihatan berawal dari kampanye propaganda Inggris yang cerdik selama Perang Dunia II. Dalam upaya putus asa untuk menyembunyikan teknologi radar baru mereka, Kementerian Pangan mempromosikan gagasan bahwa pilot Angkatan Udara Kerajaan memiliki penglihatan malam yang luar biasa karena mereka makan wortel dalam jumlah banyak. Cerita tersebut, yang diperkuat oleh media, secara keliru memuji kesuksesan pilot andalan John Cunningham karena konsumsi wortelnya – sebuah klaim yang kemudian dia tolak sebagai “pekerjaan yang panjang dan sulit.”

Meskipun narasi masa perang adalah sebuah rekayasa, ilmu pengetahuan yang mendasarinya memiliki beberapa kebenaran. Wortel memang berkontribusi terhadap kesehatan mata, tetapi bukan sebagai obat ajaib. Mereka kaya akan beta-karoten, yang diubah tubuh menjadi vitamin A. Vitamin A sangat penting untuk fungsi rhodopsin, protein peka cahaya yang penting untuk penglihatan malam dan penglihatan tepi. Kekurangan vitamin A yang parah dapat menyebabkan rabun senja, suatu masalah yang dapat dicegah di negara-negara terbelakang.

Namun, bagi kebanyakan orang di negara maju, pola makan seimbang sudah menyediakan cukup vitamin A. Konsumsi wortel secara berlebihan tidak akan meningkatkan penglihatan lebih lanjut dan bahkan dapat menyebabkan karotenemia —penguningan kulit yang tidak berbahaya namun nyata terlihat.

Untuk kesehatan mata yang optimal, diet yang bervariasi adalah kuncinya. Asam lemak omega-3 (dari ikan), vitamin E (dari kacang-kacangan), dan vitamin C (dari buah-buahan) juga berperan sebagai pelindung terhadap kondisi yang berkaitan dengan usia seperti degenerasi makula dan katarak. Pola makan Mediterania, yang kaya akan nutrisi ini, menawarkan pendekatan yang lebih komprehensif daripada hanya mengandalkan wortel.

Gagasan bahwa wortel saja dapat meningkatkan penglihatan secara signifikan adalah sebuah mitos. Mereka adalah salah satu komponen pola makan sehat yang mendukung penglihatan, bukan solusi mandiri.

Попередня статтяTanaman yang Diperkaya Protein Menawarkan Strategi Baru untuk Memerangi Kawanan Belalang