Hutan Bersinar dengan Percikan Ultraviolet Saat Badai Petir

20

Selama beberapa dekade, para ilmuwan berteori bahwa badai petir dapat memicu pelepasan listrik secara samar-samar pada pohon, sehingga menyebabkan percikan api di ujung daun dan di sepanjang dahan. Pelepasan muatan ini, yang dikenal sebagai corona, hanya teramati di laboratorium—hingga saat ini. Sebuah studi baru mengonfirmasi bahwa percikan ultraviolet yang mengerikan ini memang terjadi di hutan selama badai petir.

Aktivitas Listrik Tak Terlihat

Para peneliti di Pennsylvania State University, yang dipimpin oleh ahli meteorologi Patrick McFarland, menggunakan kamera ultraviolet khusus yang dipasang pada stasiun cuaca bergerak untuk mengamati fenomena ini dalam kondisi dunia nyata. Tim melaju ke daerah rawan badai, merekam rekaman petir menyambar di dekatnya.

“Hal-hal ini benar-benar terjadi; kami telah melihatnya; kami tahu hal-hal tersebut ada sekarang,” kata McFarland. Analisis rekaman yang diambil mengungkapkan bahwa corona bersinar di ujung daun pohon dan bahkan melompat di antara keduanya.

Cara Kerja: Muatan Atmosfer dan Kanopi Pohon

Prosesnya dimulai dengan muatan listrik dari badai petir yang mendekat dan menginduksi muatan berlawanan di tanah di bawahnya. Muatan berlawanan ini bergerak ke atas, mencari titik tertinggi yang tersedia—dalam hal ini, kanopi pohon. Daun melepaskan listrik ini, menghasilkan percikan ultraviolet.

Dalam lingkungan laboratorium yang gelap, korona ini tampak seperti cahaya biru redup. Jika manusia dapat melihat sinar ultraviolet, jelas McFarland, seluruh puncak pohon akan terlihat diterangi oleh ribuan “kunang-kunang” yang memancarkan sinar UV.

Mengapa Ini Penting: Lebih dari Sekadar Pertunjukan Cahaya yang Keren

Meskipun secara visual mencolok, penemuan ini bukan hanya tentang fenomena alam yang menarik. Memahami interaksi listrik ini dapat berdampak pada risiko kebakaran hutan. Meskipun percikan apinya sendiri tidak cukup kuat untuk memicu kebakaran yang meluas, hal ini menunjukkan bagaimana badai petir dapat menggemparkan tumbuhan—berpotensi berkontribusi terhadap penyalaan bahan bakar kering dalam kondisi tertentu.

Studi ini memberikan bukti langsung dari dugaan interaksi antara badai petir dan hutan, yang menjembatani kesenjangan antara observasi laboratorium dan kejadian atmosfer di dunia nyata. Penelitian ini menggarisbawahi dinamika kelistrikan kompleks yang terjadi di lingkungan alam, dan mengungkapkan bahwa bahkan di hutan terpencil, alam terus-menerus melakukan pertunjukan cahaya senyap.

Попередня статтяRekaman Paus Tertua Mengungkap Masa Lalu Laut dan Memperingatkan Masa Depannya