Penandaan Zaman Batu Menyarankan Bentuk Tulisan Awal Muncul 40.000 Tahun Lalu

13

Penelitian baru menunjukkan bahwa tanda-tanda yang ditemukan pada artefak Zaman Batu berusia 40.000 tahun di Jerman mungkin mewakili pendahulu tulisan – mendahului bahasa tulisan paling awal yang diketahui berusia puluhan ribu tahun. Penemuan ini menantang asumsi tentang asal usul komunikasi simbolik dan menawarkan wawasan baru mengenai kemampuan kognitif manusia purba.

Pola Kompleks dalam Seni Kuno

Para peneliti menganalisis lebih dari 3.000 tanda pada 260 objek, termasuk patung gading seperti ukiran mamut yang terkenal, yang digali di gua-gua di seluruh Jerman. Pola yang diamati pada penandaan ini ternyata sama rumitnya secara statistik dengan protocuneiform, sistem penulisan Mesopotamia awal yang berasal dari sekitar 3.500 SM. Ini berarti manusia purba tidak sekadar mencoret-coret; mereka kemungkinan besar menyandikan informasi dengan cara yang terstruktur.

Mengapa Ini Penting

Penemuan ini penting karena mendorong mundurnya perkembangan pemikiran simbolik dan pencatatan. Selama berpuluh-puluh tahun, anggapan konvensional menyatakan bahwa tulisan yang sebenarnya muncul di tengah pertanian yang menetap dan masyarakat yang kompleks. Namun temuan ini menunjukkan bahwa kapasitas transfer informasi terstruktur sudah ada jauh lebih awal, dalam budaya pemburu-pengumpul.

Bagaimana Studi Dilakukan

Untuk menganalisis tanda-tanda tersebut, para peneliti mendigitalkannya dan membandingkan keragaman dan pengulangannya dengan berbagai sistem tanda, termasuk tulisan modern. Hasilnya sangat mengejutkan: pola-pola Zaman Batu mencerminkan kompleksitas tulisan awal.

  • Tanda patung: Patung gading, seperti mammoth, menunjukkan tanda yang paling detail.
  • Perbedaan simbolis: Tanda seperti salib tidak ditemukan pada penggambaran manusia, dan titik tidak ada pada alat, yang menunjukkan pilihan simbolis yang disengaja.

Batasan Penafsiran

Meskipun polanya menunjukkan suatu sistem komunikasi, menguraikan makna sebenarnya tetap mustahil. Manusia Zaman Batu tidak meninggalkan Batu Rosetta. Namun, penelitian ini memberikan metode baru untuk menganalisis tanda serupa yang ditemukan di tempat lain. Dengan mempelajari konteks dan polanya, para ilmuwan dapat menemukan petunjuk lebih lanjut tentang evolusi pemikiran manusia.

“Pengorganisasian [penandaan] menunjukkan adanya transmisi gagasan yang lebih kompleks,” kata ahli paleoantropologi Genevieve von Petzinger, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Pada akhirnya, penelitian ini menyoroti akar mendalam dari ekspresi simbolik manusia dan menimbulkan pertanyaan mendasar tentang kapan dan bagaimana kita pertama kali mulai merekam dunia kita.

Попередня статтяHujan Salju Lebat: Kondisi Ideal untuk Bola Salju dan Manusia Salju