Bagaimana Galaksi Bertabrakan di Alam Semesta yang Berkembang

8

Perluasan alam semesta adalah salah satu gagasan paling berlawanan dengan intuisi dalam kosmologi modern. Jika ruang angkasa itu sendiri meregang, bagaimana galaksi masih bisa bertabrakan? Pertanyaan ini sering kali muncul karena terkesan kontradiktif: bukankah seharusnya segala sesuatunya harus berantakan? Kenyataannya lebih bernuansa. Tabrakan terjadi karena ekspansi hanya mendominasi pada skala terbesar, dan gravitasi masih memberikan pengaruh yang kuat secara lokal.

Alam Semesta yang Berkembang: Sebuah Kesalahpahaman

Gambaran populer tentang alam semesta yang mengembang seperti ledakan—dengan galaksi-galaksi yang bergerak melalui ruang angkasa—adalah menyesatkan. Perluasan ini bukan tentang galaksi-galaksi yang saling menjauh; ini tentang ruang itu sendiri yang berkembang. Bayangkan sebuah tongkat meteran fleksibel yang membentang dari satu hingga dua meter. Titik-titik yang berjauhan bergerak lebih cepat, sedangkan titik-titik yang lebih dekat bergerak lebih lambat. Hal inilah yang sebenarnya terjadi di alam semesta: galaksi-galaksi yang lebih jauh menyusut lebih cepat, sebuah fenomena yang dapat kita ukur.

Misalnya, galaksi yang berjarak 10 megaparsec (32,6 juta tahun cahaya) bergerak dengan kecepatan sekitar 700 km/detik, sementara yang berjarak satu megaparsec hanya bergerak dengan kecepatan 70 km/detik. Meskipun ekspansinya sangat cepat, galaksi masih dapat mengatasinya hanya dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Gravitasi Lokal Menggantikan Ekspansi

Galaksi Andromeda memberikan contoh yang jelas. Meski berjarak 2,5 juta tahun cahaya, ia tidak surut. Sebaliknya, ia meluncur menuju Bima Sakti dengan kecepatan sekitar 110 km/detik. Hal ini karena kedua galaksi terikat secara gravitasi dalam Grup Lokal—gravitasi timbal balik mereka melebihi perluasan alam semesta.

Prinsip yang sama juga berlaku pada galaksi-galaksi yang berada dalam gugus. Gabungan gravitasi menyatukan mereka, menahan tarikan ekspansi ke luar. Akibatnya, galaksi-galaksi ini dapat berinteraksi, bergabung, dan bertabrakan selama miliaran tahun, meskipun terdapat bentangan kosmos di sekitarnya.

Gravitasi Membelokkan Ruangwaktu

Teori relativitas umum Einstein menjelaskan mengapa hal ini berhasil. Gravitasi bukan hanya sebuah gaya; itu adalah distorsi ruangwaktu. Benda-benda berukuran besar membengkokkan struktur alam semesta, menyebabkan benda-benda di dekatnya melengkung ke arahnya. Dalam sistem yang terikat erat, gravitasi mendominasi, sehingga mencegah perluasan dalam wilayah tersebut. Ruang meluas di sekitar cluster, tapi tidak di dalamnya.

Artinya, jika dua galaksi saling mendekat dengan jarak yang cukup dekat, maka gravitasi akan menarik keduanya, terlepas dari latar belakangnya yang mengembang. Bima Sakti dan Andromeda ditakdirkan untuk bertabrakan dalam waktu sekitar delapan miliar tahun karena alasan ini.

Energi Gelap dan Masa Depan

Ceritanya menjadi lebih aneh karena perluasannya tidak konstan. Pada tahun 1998, para astronom menemukan bahwa perluasannya semakin cepat, didorong oleh kekuatan misterius yang disebut energi gelap. Jika energi gelap berperilaku dengan cara tertentu, bahkan ruang di dalam wilayah yang terikat mungkin akan meluas. Skenario paling ekstrem, “kerusakan besar”, menunjukkan bahwa pada akhirnya, setiap struktur—mulai dari galaksi hingga molekul—akan terkoyak oleh ekspansi yang tidak dapat dihentikan.

Namun, sifat energi gelap masih belum diketahui. Kehancuran besar hanyalah satu kemungkinan nasib. Masa depan alam semesta—dan nasib galaksi-galaksi yang bertabrakan—masih belum pasti.

Kesimpulannya, galaksi-galaksi bertabrakan karena gravitasi masih mendominasi secara lokal, sehingga mengesampingkan perluasan alam semesta dalam skala yang lebih kecil. Interaksi dinamis antara gravitasi dan ekspansi memungkinkan struktur terbentuk, berevolusi, dan akhirnya bertabrakan, bahkan ketika kosmos terus meregang ke arah luar.

Попередня статтяBabi Hibrida Fukushima: Evolusi yang Dipercepat Setelah Bencana Nuklir
Наступна статтяPernyataan Super Bowl Bad Bunny: Krisis Listrik Puerto Riko Terungkap